Sunday, 21 February 2016

LGBT Dalam Pandangan Islam



Tepatnya pada bulan juni tahun 2015 kita dikejutkan oleh keputusan dari Negara Amerika serikat yang melegalkan adanya pernikahan LGBT. Mungkin sebagian dari kita ada yang sudah paham apa itu LGBT. Tetapi bagi yang belum paham apaitu LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender.



Melegalkan pernikahan sesama jenis ini mendapat antusiasme yang luar biasa dari kelompok LGBT di seluruh dunia. Mereka merayakan dengan mengibarkan bendera khas LGBT yang bernuansa pelangi. Golongan yang awalnya sayup inipun sudah mulai berani bersuara, serta tindakan seksual ini sudah terjadi secara terang-terangan. Pelakunyapun tidak segan membentuk komunitas untuk memproklamir dirinya dan ingin diakui sebagai angota masyarakat pada umumnya. Dengan itu merekapun membentuk lembaga-lembaga, buku-buku, agar keberadaan mereka diakui masyarakat luas.

Perilaku menyimpang dari LGBT merupakan gaya hidup barat yang pada akhirnya diadopsi negeri-negeri muslim. Sosialisasi dilakukan dengan gencar melalui media masa, sehingga kerusakan moral sudah merambah ke berbagai lingkungan.
Namun pemenuhan kebutuhan seksual seperti itu tidak sesuai dengan tujuan Allah swt, sebagai mana di jelaskan Al qur'an, karena itulah islam mengharamkannya. Tetapi islam juga mengajarkan kita untuk mencegah sedini mungkin penyimpangan seksual. Rasulullah saw mempunyai cara untuk mencegah keluarga dan ummatnya dari perilaku menyimpang. Seperti apa cara beliau untuk menjaga ummatnya ???

Virus LGBT ini sangat berbahaya dan mengancam generasi muda muslim, terlebih lagi perilaku menyimpang ini diduga sudah dapat terlihat pada usia dua tahun dan semakin menguat pada menjelang remaja. oleh karena itu para orang tua harus segera bertindak cepat, tegas ajarkan dan terapkan syariat islam dan mendidik anak-anak sejak dini. Dimulai dari mengenalkan apasaja perbedaan antara pakaian laki-laki dan perempuan. Fungsi pakaian yang di gunakan harus menutup aurat karena batasan aurat laki-laki dan wnita itu berbeda. 
Abu Hurairah mengatakan bahwa:
" Rasulullah saw telah melaknat seorang pria yang berpakaian menyerupai wanita dan melaknat wanita yang berpakaian menyerupai pria"
(HR. Ahmad dan Abu Daud)
Sekarang ini banyak wanita yang bertingkah laku seperti laki-laki atau tomboy. Rasanya sudah lumrah dan tidak ada komplen dari kita yang melihatnya, padahal sikap tomboy atau lemah gemulai bagi seorang pria dilarang dalam islam. Selain itu teman sepergaulan yang ada sekitar kita juga cukup berpengaruh dalam kehidupan kita, karena dalam pemandangan islam teman sejati itu bukan sekedar seorang yang diajak untuk menikmati waktu bersama. Seorang teman sejati itu adalah teman yang dapat membantu kita melakukan amalan-amalan hebat yang memicu pahala dari surga. Sebenarnya sangat mudah mengetahui seperti apa cerminan diri kita, cukup dengan melihat dengan siapa kita bergaul maka seperti itulah cerminan diri kita.
Rosulullah saw bersabda:
" Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin"
(HR. Bukhari dan Abu Daud)

Sebagai orang tua selain masih ada peranpenting dari hal kecil di dalam rumah, seperti memisahkan tempat tidur anak ternyata cukup berpengaruh untuk mencegah adanya virus LGBT. Misalnya, jika memiliki anak kembar baik sama-sama perempuan dan laki-laki tetapi harus di pisahkan tempat tidurnya,karena ini dapat membantu agar tidak timbul perasaan nyaman diantara keduanya.
Rosulullah saw bersabda:
" Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat pada usia 7 (tujuh) tahun, pukullah mereka bila mereka meninggalkannya pada usia 10 (sepuluh) tahun, Pisahkan diantara mereka tempat tidurnya"
(HR. Ahmad dan Abu Daud)

Islam mendorong para lelaki dan para wanita untuk menikah secara bertanggung jawab. Jadi naluri seksual diharapkan hanya terjadi ketika menikah saja, sebagai mana rosulullah saw bersabda:
"Wahai pemuda siapa saja diantara kalian kalau mampu menanggung beban hendaklah segera menikah"
(HR. Bukhari Muslim)

Hidup di zaman yang sudah serba canggih membuat kita tidak lepas dari teknologi, seperti saat ini media masa begitu gencar menayangkan tontonan yang memicu gejolak seksual, baik sinetron, lagu, film, dan bahkan sampai ke iklan. Disinilah para orang tua harus berperan aktif dalam menyeleksi tontonan dan bacaan anak, agar anak tidak di dominasi naluri seksual.

Dalam hal mencegah virus LGBT sebenarnya harus di mulai dari diri kita dahulu, jangan sampai kita mengajari anak bersikap lebih baik, tetapi justru kita bersikap tidak sesuai dengan ajaran islam. Kasus LGBT ini bisa tertuju pada siapa saja, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Bakan secara tidak sadarpun bisa saja kita sudah menjadi salah satu bagian dari mereka.
Karena itu perbanyaklah zikir dan dekatkanlah diri kita kepada Allah swt seprti yang kita ketahui bahwa Allah swt bisa melindungi kita dari hal-hal negatif.


0 komentar:

Post a Comment