Memiliki
pasangan yang sesuai dengan keinginan kita adalah sebuah anugrah yang sangat
berharga. Hidup bersama selamanya akan membuat kita merasa tentram, damai,
didekatnya dan bahagia menjalani hari-hari dengannya. Akan tetapi tidak sedikit
pula beberapa pasangan yang setelah menikah merasa kecewa karena telah melihat
tingkah laku, ucapan atau sikap pasangan diluar dugaan. Itu adalah salah satu
alasan kenapa mereka kecewa ialah terkuaknya pasangan kekasih yang terlalu
banyak bicara atau cerewet. Cerewet adalah prilaku yang meributkan hal-hal
kecil yang sebenarnya tidak perlu di permasalahkan. Akan tetepi tidak selamanya
cerewet itu di defenisikan negatif, karena tidak selalu cerewet itu identik
dengan sikap yang menyebalkan, menjengkelkan, atau dampak buruk lainnya. Dalam
banyak keadaan kecerewetan istri sangat bermanfaat dan terdapat kebaikan di
dalamnya.
Shalat
yang di lakukan pada sepertiga malam ini di bilang salah satu sunnah yang
sangat mulia. Akan tetapi biasanya untuk bangun di sepertiga malam di tengah
nyenyaknya tidur rasanya sangat sulit di lakukan. Pada saat seperti ini istri
banyak bicara atau cerewet untuk membangunkan kita, Apabila ada suami yang
mengalami hal tersebut hendaklah jangan memarahi istri, harusnya bersyukur
telah memiliki istri yang mengarahkan kita kejalan ALLAH SWT.
"
Dan pada sebagian malam lakukanlah shalat tahajut sebagai suatu ibadah tambahan
bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat mu ketempat yang terpuji"
(QS
Al Isra : 79)
Apabila
cerewet atau banyak bicara dalam hal kebaikan maka itu tidak ada yang salah
karna itu pasti bermanfaat bagi orang lain. Sebagai mana Nabi muhammad SAW
bersabda :
"
Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah ia berkata baik atau
diam"
(Hadist
riwayat Muslim).
Sebuah
penelitian dilakukan UNIVESITY OF MARYLAND SCHOOL OF MEDICINE AMERIKA SERIKAT
menemukan penyebab mengapa wanita terlahir sebagai makhluk yang banyak
berbicara??
Karena
otak wanita mengandung protein FOXP2 lebih banyak 30% lebih banyak dibandingkan
pria. Protein FOXP2 memiliki tanggung jawab terhadap kemampuan seseorang untuk
berbicara dan mempelajari bahasa. Walaupun teorinya wanita lebih crewet dari
pada pria, kini ada sebuah kasus dimana pria justru lebih banyak bicara dari
pada wanita. Namun meski demikian, tidak semua cerewetnya pria merupakan suatu
hal yang negatif, menrut sikolog Bondan Senoprasetiadi cerewet pada pria harus
didefinisikan dulu, karena bisa jadi mereka cerewet karena mereka detail
terhadap sesuatu. Sedangkan cerewet itu berlaku apabila seseorang bicara tanpa
ada tujuan dan tema yang jelas.
Karena
pada dasarnya cerewet atau banyak bicara adalah sifat yang tercela yang tidak
disukai oleh Rosulallah SAW. Sebagai mana beliau bersabda:
"
Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempatnya dariku pada
hari kiamat adalah orang yang terlalu banyak bicara dan memfasih-fasihkan
lisannya agar dipuji dan orang yang sombong" (Hadist Riwayat Al Tarmidzi)
Jika
kita sadari memiliki pribadi yang cerewet atau banyak bicara, maka kita harus
instropeksi diri. Apakah cerewetnya kita itu lebih banyak dalam hal kebaikan
atau justru kebalikannya.
Karena
sesungguhnya banyak bicara itu bisa jadi petaka atau bahkan bisa jadi pahala
bagi kita.
Semoga
informasi ini dapat menyadarkan kita jadi orang yang banyak bicara itu ada baik
dan buruknya.








0 komentar:
Post a Comment