Sunday, 24 April 2016

Peringatan Ketika Terjadi Kecelakaan di Jalan

Wolfe, Khazanah - ''Janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri(angkuh)''(QS.Lukman:18).

Dalam Alqur'an disebutkan, ulah manusia penyebab berbagai kerusakan di muka bumi. Firman Allah: ''Dan apapun musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri''(QS. Asy-Syura:30). Juga disebutkan: ''telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali(kejalan yang benar)''(QS. Ar-Ruum:41). Kerusakan itu tentunya berbagai bentuk. Tak terkecualai berbentuk kecelakaan di jalan raya, yang selanjutnya menimbulkan kebinasaan(besar atau kecil) terhadap diri dan orang lain.

Kalau ditelusuri,(sebahagiannya) kecelakaan di jalan raya berbentuk peringatan langsung, agar manusia berhati-hati. Apalagi umumnya kecelakaan disebabkan oleh perilaku buruk manusia, yang tidak peduli terhadap aturan di jalan raya. Kalau dikelompok-kelompokkan, sebahagian orang tahu peraturan, tetapi tidak mau tahu dalam menggunakannya. Sebahagian yang lain tidak tahu kalau mereka tidak tahu. Akibatnya, terjadilah kecelakaan yang sama sekali tidak diharapkan.

Berprilaku buruk dimanapun, termasuk dijalan raya, merupakan suatu bentuk keangkuhan yang mengundang ketidak sukaan Allah. Allah tidak menyukai hamba-hambanya yang mencelakakan diri atau menimbulkan kecelakaan terhadap orang lain. Karena itu, sewajarnya setiap kita menjauhi perilaku-perilaku yang tidak disukai Allah. Dan Allah telah berjanji tidak akan memberikan hidayahnya kepada orang-orang yang suka berbuat ingkar atau pelanggaran.*

Saturday, 23 April 2016

Yuk! Jihad Ekonomi Islam

Wolfe, Khazanah - Tanpa kita sadari, dengan mudah kita meletakkan uang kepada toko dan kedai kafir musyrik, yang tak seaqidah dengan kita. Kita belanja, dan memborong berbagai macam kebutuhan rumah tangga. Padahal, pemilik warung atau toko itu adalah kafir musyrik, yang sedikitpun mereka tak simpatik kepada agama kita.

Sebaliknya, jika kita makan dirumah makan kafir musyrik, dengan serta merta kita bertanya; ini rumah makan siapa? Siapakah pemilik rumah makan ini? Seakan, kita tak mau sedikitpun makan makanan yang tak halal. Sementara, ketika belanja dikedai kafir musyrik tadi, secara tak langsung kita memperkaya dan memperkuat ekonomi mereka. Dengan ekonomi kuat, maka agama mereka semakin kuat. Begini, saya ingin katakan bahwa kita sebenarnya belum berjihad dalam menegakkan aqidah islamiyah dari sisi ekonomi. Kita menganggap bahwa meletakkan uang harian dan belanja harian kepada kafir musyrik itu: di luar pantauan Allah. Padahal semua itu dicatat oleh malaikat.

Seharusnya, seratus juta lebih umat di Indonesia yang merdeka atas berkat rahmat Allah ini, tiga bulan saja belanja barang dan makanan di kedai muslim, serta menganggap ini adalah bagian dari jihad ekonomi, maka ekonomi dan perniagaan muslim akan meningkat. Sebaliknya, belanja kepada kafir musyrik itu secara tak langsung melumpuhkan ekonomi umat.**

Thursday, 21 April 2016

Usai Melahirkan Si Ibu dan Keluarga Masuk Islam

SINGKIL - Ketika hidayah datang menghampiri Sati Niyah (29), penduduk Pulau Palambak, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil. Pola kehidupannya mulai berubah. Musibah yang dialaminya mengantar ia dan keluarganya mantap memeluk agama Islam, Selasa (19/4).

Musibah itu terjadi awal pekan ini, Sati Niyah yang setelah mengucapkan dua kalimat syahadat berganti nama menjadi Siti Aminah kehamilannya tidak normal, sehingga harus segera dioperasi. Namun, karena alasan ekonomi serta sumber daya manusia di keluarga itu, Sati tak tahu apa yang harus dilakukan.

Beruntung, petugas medis di puskesmas itu datang mendampinginya sehingga tindakan operasi di Rumah Sakit Subulussalam yang menjadi rujukan dapat dilakukan. Kegigihan petugas medis membantu walau berbeda keyakinan dengan Siti Aminah yang sebelumnya Nasrani membuat hatinya tergugah.

"Keluarga Siti Aminah tertarik masuk Islam, setelah merasakan ternyata dalam Islam tidak ada pandang bulu dalam menolong sesama," kata Mufrin Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Singkil, yang memfasilitasi prosesi pensyahadatan, Rabu(20/4). Menurut Mufrin, peristiwa itu patut menjadi bahan renungan bagi umat muslim.

Dengan menunjukan Islam sebagai agama kasih sayang, maka penganut agama lain akan tertarik dengan Islam."Ini jadi cerminan kita semua, keluarga Sati Niyah masuk Islam karena melihat dalam Islam tidak ada diskriminasi," ujarnya.

Bukan hanya Siti Aminah yang memutuskan mengucapkan dua kalimat syahadat yang dipandu Rahmadi dai perbatasan Pulau Banyak. Tapi diikuti Yusman (27), suami Siti Aminah serta tiga anaknya Fazri Ahmad, Rena Wati dan Refi Saputra. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, keluarga Siti Aminah mendapat bingkisan dari Dinas Sosial Aceh Singkil. Keluarga tersebut juga sebelum masuk Islam dikhitan oleh Tim Dinas Kesehatan Aceh Singkil.(SI)

Wednesday, 20 April 2016

Pemimpin Muslim Yang Adil

Wolfe, Khazanah - Di dunia ini penuh dengan prilaku seseorang yang bermacam-macam. Ada orang yang pintar, ada yang bodoh, ada kaya, ada miskin, ada yang taqwa, adapula yang fasiq, dan lainnya.

Andaikan manusia bisa mendapatkan apa saja yang dia inginkan, hal itu bisa menyebabkannya menjadi pongah, dan, boleh jadi, malah merendahkan dan menekan orang-orang yang lemah. Oleh sebab itu, agar terjadi harmoni, maka Allah memberi petunjuk agar para pemimpin berlaku adil. Yang harmoni penuh keseimbangan kehidupan ini akan terjaga jika dunia diisi oleh para pemimpin yang adil yang dipegang oleh orang-orang yang sholeh.

Karena hanya pemimpin yang sholeh yang mampu berbuat adil dan menjaga harmonisasi kehidupan secara keseluruhan. Keadilan yang digerakkan oleh mereka akan membimbing pada kebaikan, kebenaran, dan kedamaian. Pemimpin yang adil dan sholeh menjadi prasyarat karena tugas seorang pemimpin itu sejatinya sangatlah berat.

Sahabat Auf bin Malik ra, meriwayatkan, bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda, ''Jika kamu mau aku akan memberitahukan kepadamu tentang jabatan pimpinan. Auf bertanya, 'Apa itu ya Rasulullah?' ,Rasulullah menjawab, 'Pertama, adalah celaan; Kedua, penyesalan; dan Ketiga, siksaan pada hari kiamat. Kecuali bagi Seorang pemimpin yang berlaku adil dan tahu bagaimana ia berbuat adil pada kerabatnya'. (Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al Bazzar dan Ath Thabrani).

Allah memberi penekanan khusus pada keadilan itu, sebagaimana tersurat pada Al-Qur'an surah An-Nahl ayat 90, "Dan Allah menyuruh (kamu) berlaku adil." Bahkan, kebencian terhadap suatu kaum, tidak boleh meninggalkan keadilan. ''Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorongmu untuk berbuat tidak adil …" (QS. Al- Maidah: 8). Adalah Imam Al-Mawardi Rahimahullah memberi penjelasan tentang keadilan ini. Menurutnya,"Sungguh, yang membuat kehidupan dunia ini menjadi baik karena tegaknya prinsip keadilan yang senantiasa mengajak pada perdamaian, mendorong pada ketaatan, membangun peradaban, dan mengamankan kekuasaan.

Tidaklah sesuatu yang mempercepat rusaknya tatanan kehidupan daripada kezaliman. Sebab, kezaliman tidak akan berhenti pada satu titik ketika target tercapai, tetapi setiap bagiannya adalah kerusakan sampai benar-benar sempurna." Perlakuan yang adil bisa menyentuh nurani manusia yang menjadi muslim dan berjuang di jalan-Nya. Kisah tentang Khalifah Ali bin Abi Thalib mencari keadilan memberi pelajaran yang begitu berharga pada peradaban umat manusia yang mengedepankan akhlak.

Dalam Tarikh Dimasyqa, Ibnu 'Asakir meriwayatkan dari jalur Asy-Sya'bi, ia berkisah,"Suatu saat Ali bin Abi Thalib menemukan baju perangnya berada ditangan seorang lelaki Nasrani. Ali lalu melapor kepada hakim Syuraih untuk mencari keadilan. Asy-Sya'bi bertutur, Ali datang dan duduk disamping Syuraih. Lalu Ali berkata, 'Wahai Syuraih, sekiranya orang yang aku laporkan itu muslim tentu aku tidak duduk kecuali aku disampingnya, tetapi ia seorang Nasrani, sementara Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: Jika kalian dan orang-orang non Muslim di jalan yang sama maka persempit jalan mereka dan kecilkan mereka sebagaimana Allah mengecilkan mereka tanpa harus menzaliminya. Ali lalu melanjutkan: baju perang ini milikku, dan aku tidak merasa menjual maupun memberikannya. Lalu Syuraih bertanya pada orang Nasrani, 'Apa tanggapanmu atas pernyataan Amirul Mukminin diatas?' Orang Nasrani itu menjawab, 'Baju ini milikku, dan menurutku Amirul Mukminin telah berbohong'. Lalu Syuraih menoleh kearah Ali dan bertanya, 'Wahai Amirul Mukminin, apakah Anda punya buki? 'Ali pun tersenyum seraya berkata, 'Aku tidak memiliki bukti.' Maka Syuraih pun memutuskan bahwa baju perang itu milik orang Nasrani, itu. As-Sya'bi melanjutkan kisahnya, Setelah itu Aliberanjak pergi lalu kembali lagi saat si Nasrani berkata, 'Aku bersaksi bahwa ini adalah hukum para Nabi.

Amirul Mukminin mengatakan kepada hakimnya, tetapi hakim tersebut memenangkanku. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang haq melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Demi Allah, baju perang ini adalah milikmu wahai Amirul Mukminin. Aku menguntit rombongan pasukan yang engkau pimpin yang hendak menuju Shiffin, lalu baju itu jatuh dari untamu.

Mendengar kejujuran si Nasrani, Ali berucap, 'Jika kamu telah masuk Islam, maka baju itu milikmu.'Lalu baju perang yang sudah diberikan Ali kepada sang mualaf itu diangkat dan ditaruh diatas kudanya.Asy-Sya'bi melanjutkan, 'Orang yang melihatnya mengabarkan kepadaku, Ketika perang Nahrawan, ia turut memerangi kaum Khawarij bersama Ali'." Masyaa Allah, seorang kafir masuk Islam karena menyaksikan betapa keadilan dijunjung tinggi, tidak peduli siapa yang melaporkan.

Dan Syuraih, sebagai hakim, telah bertindak adil dan tegas, tidak peduli siapa yang melapor. Independensinya sebagai hakim sangat dijaga, dan itu sangat dihargai oleh Amirul Mukminin yang melaporkan baju perangnya diambil oleh si Nasrani tanpa disertai bukti-bukti yang kuat. Non Muslim yang Adil "Siapa saja yang mampu dan dipercaya rakyat, pemimpin yang adil meski itu non-Muslim tapi jujur,itu lebih baik daripada pemimpin Muslim tapi zalim.

Sebelumnya, dari kalangan liberalis dan sekularis juga telah"menyanyikan" judul lagu yang sama. Pernyataan tersebut jelas-jelas tidak adil dan keluar dari logika yang lurus. Keadilan dan kezaliman tidak bisa disandingkan. Ia merupakan kata yang berlawanan. Kalau mau adil, mestinya, ''Pilih mana pemimpin Muslim yang adil atau pemimpin non-Muslim yang adil?" Dan Allah melarang orang-orang beriman memilih pemimpin yang kafir (Lihat QS. Al-Maidah; 51)

Friday, 15 April 2016

Bisnis Rasulullah Penuh Kejujuran

Wolfe, Khazanah - ''Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezekinya dan hanya kepadanyalah kamu(kembali setelah) dibangkitkan.''(QS: Almulk: 15).

Semasa hidupnya, Rasulullah SAW terkenal sebagai pekerja keras sejak usia belia. Bukan hanya pernah menjadi pengembala, tetapi juga berbisnis. Sebagaimana disebutkan dalam sejarah, tetapi juga berbisnis. Sebagaimana disebutkan dalam sejarah, Rasulullah pernah berdagang dengan membawa barang-barang milik Khadijah radhiyallahu'anha ke Negeri Syam. Beliau senantiasa mengutamakan kejujuran dalam bernisnis, sehingga setiap pembeli merasa senang.

Berbeda dengan sebagian pedagang, yang lebih mengutamakan keuntungan uang yang banyak walaupun harus mengorbankan nilai kejujuran. Sesungguhnya mengabaikan kejujuran adalah suatu kerugian diri yang amat besar karena telah sengaja melupakan Allah sekaligus melupakan kematian. Dalam keadaan demikian, hawa nafsu untuk berbuat curang semakin tak akan terkendali.

Padahal Allah mendorong hamba-hambanya untuk mencari rezeki yang halal dimuka bumi ini, dan tetap mengingatnya. Disebutkannya dalam Al-qur'an: ''Apabila shalat telah ditunaikan, bertebaranlah kalian dimuka bumi dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.''(QS. Al Jumu'ah:10).(SI)

Sunday, 10 April 2016

Jangan Menipu Diri Sendiri

Wolfe, Khazanah - Bagi orang yang gemar menipu, akan merasa senang bila telah berhasil melakukan perbuatannya dikira orang lain telah tertipu. Padahal dirinya sendirilah yang telah tertipu oleh diri sendiri.

Hal ini dapat difahami dari sebuah kisah dimasa Rasulullah SAW. Suatu ketika Rasulullah pergi ke pasar hendak membeli buah. Lantas beliau memilih sebungkus buah-buahan. Saat dimasukkan tangannya ke dalam bungkusan buah itu dan mendapati buah-buahan basah, beliau bertanya, beliau bertanya, wahai penjual buah, kenapa buah ini basah?

Penjual buah itu menjawab, Altu terkena hujan, ya Rasulullah. Lalu rasul berkata, Mengapa tidak kamu taruh di atas agar terlihat langsung oleh pembeli?kemudian beliau mengatakan, Siapa saja yang menipu, ia tidak termasuk golongan kami(HR At Tirmidzi).

Jelaslah betapa ruginya penipu. Hanya karena mengharapkan uang sedikit, ia tidak dianggap sebagai pengikut Nabi. Bahkan, lazimnya orang-orang yang gemar menipu dalam hidupnya. Dalam setiap kesempatan akan terbetik niat untuk mengambil kesempatan untuk menipu demi harta duniawi, tak peduli banyak orang terzalimi.

Thursday, 7 April 2016

Macam Berita dan Sumbernya

Pada bagian ini akan diuraikan tentang Macam-macam berita. Bagi seorang wartawan yang maju, pengertiannya tentang berita tidaklah lengkap, jika ia tidak pula mengetahui macam-macam berita yang akan dijumpainya dalam dunia tulis menulis.

Macam berita akan sangat menentukan sumber berita, disamping pengembangan akan macam berita juga akan berfaedah guna tekhnik penulisan berita. Suatu berita ekonomi misalnya, oleh macam berita tersebut, yaitu kalangan dagang, Departemen Perdagangan, Perindustrian, Pertambangan, Departemen Keuangan, Bank Indonesia, Kamar Dagang Indonesia(Kadin), dan lain sebagainya.

Begitu pula berita politik, hanyalah dapat dicari dikalangan politik, partai , diplomat, anggota DPR, MPR, Departemen luar Negeri dan sebagainya. Jadi, jelas macam-macam berita menentukan sumbernya, karena untuk melengkapi indra-warta, tidaklah hanya cukup dengan pengetahuan tentang berita saja, akan tetapi juga macam berita.

Kita ketahui, tugas wartawan adalah untuk mencari berita, dan kemudian menulisnya sedemikian rupa agar ia dapat menarik perhatian pembaca. Sehingga disimpulkan seorang wartawan harus mengetahui macam berita, untuk:
1.Menentukan sumber berita, dimana berita itu dapat dicari.
2.Menentukan cara penulisan beritanya, agar berita itu dibaca pembaca .

Macam berita dapat dibagi empat pokok
1.Berdasarkan sifat kejadian berita
2.Berdasarkan soal atau masalah yang dicakup berita.
3.berdasarkan jarak kejadian dan publikasi berita.
4.berdasarkan isi berita.

Friday, 1 April 2016

Manusia Sebagai Khalifah Menjaga Alamnya

Wolfe, Khazanah - Manusia yang ditunjuk sebagai Khalifah diatas muka Bumi ini adalah suatu amanah dari sang Khaliq, Gunung saja tak mampu.

Menurut Yusuf Al-Qaradhawi, penamaan surat-surat dalam Al-qur'an dengan mengambil nama hewan, seperti Al-Baqarah(Sapi Betina), Al-an'am(Binatang ternak), Al'adiyat(Kuda), an-nahl(semut), dan al-angkabut(Laba-laba).

Sedangkan nama tumbuh-tumbuhan, seperti At-tin(pohon tin), pertambangan misalnya Al-Hadid(besi), atau nama alam lainnya seperti al-fajri(waktu fajar), adz-Dzariat(angin yang menerbangkan, dan asy-Syams(Matahari), semua itu adalah isyarat agar manusia sadar, bahwa dirinya terikat dengan Alam sekitarnya. Sehingga manusia tidak lalaimenjalankan kewajibannya menjaga kelestarian alam.

Betapa besar perhatian islam terhadap alam. Sebuah Hadist menyatakan, ''Barang siapa memotong pohon Bidara, Niscaya Allah akan mencelupkan kepalanya kedalam api Neraka.''(HR. Abu daud).

Sebagian ulama fiqih memahami hadis ini sebagai larangan menebang pohon Bidara di sekitar kota Mekkah dan Madinah. Tapi menurut Yusuf Qaradhawi, kalimat tersebut ditafsirkan sesuai dengan teks lahirnya yang mengandung makna umum. Sehingga dengan demikian diperoleh suatu kesimpulan, bahwa Islam melarang menebang pepohonan secara sia-sia.

Pentingnya memelihara Alam, tercermin dalam pidato Abu Bakar ra di depan angkatan perang kaum Muslimin saat akan berangkat untuk menggempur raja Ghassani yang telah memerintahkan pembunuhan atas utusan nabi Muhammad SAW di masa-masa akhir hidupnya. Abu Bakar dalam pidatonya melarang pembunuhan terhadap anak-anak dan orang tua, merusak dan membakar pohon kurma. Dan menebang Pohon-pohon yang berbuah.

Dalam beberapa Allah menyatakan bahwa seluruh langit dan bumi serta makhluk didalamnya bertasbih memuji Allah SWT, Seperti terungkap dalam Al-qur'an(Qs. Annur:41; QS Al-Hadis:1; QS.Shaad:18). Manusia harus senantiasa menghormati alam, karena ia adalah Makhluk Allah yang senantiasa bertasbih kepadanya.

Manusia harus mengiringi alam bertasbih memuji Allah Swt, antara lain memelihara kelestarian alam dan mengarahkannya ke arah yang lebih baik(islah). Dan bukannya melakukan kerusakan di bumi(fasad fil ardl). Islam membolehkan pengelolaan bumi dan pemanfaatannya dengan tetap menjaga kelestarian dan keberlangsungannya.*

Saturday, 26 March 2016

Unsur berita 'emosi' dan 'Humor'

Wolfe, Jurnalisme - Manusia sebagai makhluk sangat dipengaruhi pula oleh emosi. Sebab diantara emosi itu adalah simpati. Simpati yang ditimbulkan oleh sesuatu berita, selalu menarik perhatian pembaca.

Gempa Bumi dan Tsunami dahsyat yang melanda Aceh pada tahun 2004 silam, yang telah mengambil korban ribuan jiwa, menimbulkan simpatik Dunia. Hampir seluruh belahan dunia mengenal pulau Bali, dan kemalangan yang menimpa rakyat Aceh menimbulkan simpatik penduduk dibagian dunia lainnya. Tidak heranlah kita, berita-berita mengenai Gempa Bumi dan Tsunami ini, telah menggerakkan hati orang-orang di luar negeri untuk mengirimkan bantuannya, untuk meringankan penderitaan sesama manusia, menunjukkan simpatik atas kemalangan yang menimpa rakyat Aceh.

Sedangan Unsur berita ''Humor'' adalah sesuatu yang lucu dan menggelikan serta menghibur pembaca.

Ada pepatah yang mengatakan ''orang yang suka tertawa awet muda'', ada sifat manusia yang selalu tertarik dengan sesuatu yangucu, yang menerbitkan tertawanya atau keriangannya. Malah ada orang yang mengatakan bahwa ''Manusia adalah makhluk yang pandai tertawa.''

Demikian pula humor atau lelucon merupakan unsur berita yang penting, yang selalu menarik pembaca surat kabar cetak atau online. Suatu berita atau tulisan reportase yang diselingi dengan rasa humor akan dapat menarik pembaca, meskipun panjangnya mencapai beberapa kolom.*




foto: ngcokperut.blogspot.com

Unsur Berita ''Human Interest''

Mengenai Unsur Berita ''Human Interest'' semua Surat kabar pasti mengandung human interest. Karena Istilah Human Interest erat kaitannya dengan penekanan pada orang yang berusaha mengungkap sisi emosional untuk pembaca.

Para wartawan menggunakan istilah Human Interest untuk berita-berita yang tidak mengandung unsur lain. Misalnya nama tokoh penting atau terkenal, unsur akibat, unsur termasa dan sebagainya, akan tetapi sangat menarik perhatian pembaca. Contoh Dalam berita-berita Human Interest, seperti dapat kita sebutkan sebuah berita tentang seekor ikan di Aquarium di Hawaii yang dapat membunyikan lonceng atau Genta, jika ia lapar untuk meminta makanannya. Atau seekor Gorilla di Kebun Binatang memukul-mukul dadanya bila dia ingin meminta perhatian setiap pengunjung yang datang kekebun Binatang.

Biasanya berita-berita mengenai dunia binatang dimasukkan atau digolongkan orang dalam berita-berita ''Human Interest''. Misalnya pula satu-satunya onta yang ada di kebun binatang Ragunan mati, maka ia pun merupakan suatu berita yang mengandung unsur Human Interest.

Ditinjau dari segi kepentingan atau akibat, berita itu tidak ada artinya sama sekali, akan tetapi sangat menarik untuk dibaca. Biasanya berita-berita yang termasuk dalam golongan human interest menghendaki keahlian menulisnya atau keahlian si wartawan untuk melukiskannya, agar beritanya dapat menarik pembaca.*




Sumber foto: kaskus.co.id