Wolfe, Khazanah - ''Janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri(angkuh)''(QS.Lukman:18).
Dalam Alqur'an disebutkan, ulah manusia penyebab berbagai kerusakan di muka bumi. Firman Allah: ''Dan apapun musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri''(QS. Asy-Syura:30). Juga disebutkan: ''telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali(kejalan yang benar)''(QS. Ar-Ruum:41). Kerusakan itu tentunya berbagai bentuk. Tak terkecualai berbentuk kecelakaan di jalan raya, yang selanjutnya menimbulkan kebinasaan(besar atau kecil) terhadap diri dan orang lain.
Kalau ditelusuri,(sebahagiannya) kecelakaan di jalan raya berbentuk peringatan langsung, agar manusia berhati-hati. Apalagi umumnya kecelakaan disebabkan oleh perilaku buruk manusia, yang tidak peduli terhadap aturan di jalan raya. Kalau dikelompok-kelompokkan, sebahagian orang tahu peraturan, tetapi tidak mau tahu dalam menggunakannya. Sebahagian yang lain tidak tahu kalau mereka tidak tahu. Akibatnya, terjadilah kecelakaan yang sama sekali tidak diharapkan.
Berprilaku buruk dimanapun, termasuk dijalan raya, merupakan suatu bentuk keangkuhan yang mengundang ketidak sukaan Allah. Allah tidak menyukai hamba-hambanya yang mencelakakan diri atau menimbulkan kecelakaan terhadap orang lain. Karena itu, sewajarnya setiap kita menjauhi perilaku-perilaku yang tidak disukai Allah. Dan Allah telah berjanji tidak akan memberikan hidayahnya kepada orang-orang yang suka berbuat ingkar atau pelanggaran.*
Dalam Alqur'an disebutkan, ulah manusia penyebab berbagai kerusakan di muka bumi. Firman Allah: ''Dan apapun musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri''(QS. Asy-Syura:30). Juga disebutkan: ''telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali(kejalan yang benar)''(QS. Ar-Ruum:41). Kerusakan itu tentunya berbagai bentuk. Tak terkecualai berbentuk kecelakaan di jalan raya, yang selanjutnya menimbulkan kebinasaan(besar atau kecil) terhadap diri dan orang lain.
Kalau ditelusuri,(sebahagiannya) kecelakaan di jalan raya berbentuk peringatan langsung, agar manusia berhati-hati. Apalagi umumnya kecelakaan disebabkan oleh perilaku buruk manusia, yang tidak peduli terhadap aturan di jalan raya. Kalau dikelompok-kelompokkan, sebahagian orang tahu peraturan, tetapi tidak mau tahu dalam menggunakannya. Sebahagian yang lain tidak tahu kalau mereka tidak tahu. Akibatnya, terjadilah kecelakaan yang sama sekali tidak diharapkan.
Berprilaku buruk dimanapun, termasuk dijalan raya, merupakan suatu bentuk keangkuhan yang mengundang ketidak sukaan Allah. Allah tidak menyukai hamba-hambanya yang mencelakakan diri atau menimbulkan kecelakaan terhadap orang lain. Karena itu, sewajarnya setiap kita menjauhi perilaku-perilaku yang tidak disukai Allah. Dan Allah telah berjanji tidak akan memberikan hidayahnya kepada orang-orang yang suka berbuat ingkar atau pelanggaran.*
















