Wednesday, 24 February 2016

Wartawan Dan Perkembangannya


Asal mula surat kabar yang disebut ‘acta diurna’ yang terbit di zaman Romawi: dimana berita-berita dan pengumuman ditempelkan atau dipasang Apa yang anda ketahui tentang seorang Wartawan?, atau bahasa moderennya Jurnalis atau juga Reporter?, pasti terbayang seseorang yang super sibuk, ambisius yang membawa bermacam-macam pernak pernik peralatannya, baik berupa pulpen, buku catatan, tape record, handphone dan camera Digitalnya untuk mencari sebuah informasi berita.

Saya sebagai seorang wartawan akan berbagi pengalaman dalam keseharian saya namun saya akan lebih dahulu memberikan atau memberanikan diri untuk menjelaskan secara detail satu persatu pengertian Jurnalistik dan perkembangannya sebagai tuntunan praktek menuju kewartawan professional, sesuai dengan pengalaman saya dan dari berbagai sumber media baik dari yang dipelajari dari pelatihan-pelatihan dan ceramah-ceramah yang saya pelajari yang dapat menuntun para wartawan untuk mendalami berbagai masalah dalam profesinya sebagai Wartawan.

Dalam ide-ide tulisan yang saya tuangkan dan share a
tau bagi ini adalah berdasarkan pengalaman saya dan ilmu yang saya pelajari. Tentu ada kekurangannya disana sini dalam hal inilah saya mengharapkan adanya kritik dan saran-saran pembaca sehingga dalam tulisan-tulisan saya yang akan datang dapat diperbaiki dan semakin baik.

Baiklah berikut tata cara tuntunan yang bisa dipelajari perlahan-lahan untuk diterapkan dan disesuaikan dalam profesinya nanti sebagai seorang wartawan:

Pengertian Wartawan dan Perkembangannya
Di abad modern seperti sekarang ini, kehidupan Masyarakat sepertinya tidak lepas lagi dari wartawan dan Pers serta Media Sosial. Secara spontan para ahli jurnalistik menyamakan Pers dan media Sosial yang saling mempengaruhi seperti udara yang dibutuhkan manusia untuk sumber informasi dalam mencari rezeki yang secara ekstrimnya Manusia modern tidak lagi dapat hidup tanpa mendapatkan suguhan dari Media, yang memenuhi kebutuhan Masyarakat akan Informasi.

Dalam topik ini saya tidak mengupas tuntas tentang Media Sosial tapi saya terlebih dahulu cendrung menjelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan jurnalistik apa yang pernah saya pelajari.

Dalam kamus, jurnalistik dijelaskan sebagai kegiatan untuk menyiapkan, menyunting, dan menulius untuk Surat kabar, majalah, atau naskah lainnya.
Secara umum orang-orang menyamakan Jurnalistik dengan Pers dan terkadang lebih mudah dengan menyamakan Jurnalistik sebagai surat kabar atau majalah. Hal ini terbentuk secara umum disebabkan media massa yang paling tua dan yang paling pertama ditemui adalah ‘Media tercetak’. Oleh karena itu sangat lazim sekali orang-orang mencampur adukkan pengertian jurnalistik dengan Pers.

Menurut informasi yang diketahui asal kata, jurnalistik dapat ditelusur jauh, sampai kepada dipusat kota yang kala itu disebut Forum RomanumDikutip dari berbagai sumber ternyata Jurnalistik adalah ‘Journal’ atau ‘Du Jour’ yang berarti segala berita atau warta sehari itu termuat dalam lembaran yang tercetak. Seiring dengan kemajuan zaman teknologi percetakan Surat kabar dengan system Silinder(Rotasi), maka istilah ‘Pers’ muncul sehingga orang-orang lalu mensenadahkan istilah ‘Jurnalistik’ dengan ‘Pers’.

Sekarang timbul lagi istilah baru yang sudah umum dipergunakan yakni ‘Komunikasi’ dan Online, sehingga di zaman teknologi Komunikasi yang semakin canggih ini menjadikan jenis-jenis wartawan semakin terbagi-bagi yakni wartawan Media Cetak, Elektronik hingga wartawan Media Online plus sejumlah Media Sosial Online.

Sudah dikemukakan bahwa media massa yang paling pertama ditemukan adalah “Media Tercetak” entah ia Surat Kabar atau Majalah. Kemudian dalam awal abad kedua puluh ditemukan Media massa baru, yang dapat lebih cepat menyampaikan pesan, yakni Radio. Radio pada pada awal pertumbuhannya hanya digunakan segagai sarana-sarana hiburan dan promosi, kemudian ternyata dapat dikembangkan untuk menyampaikan berita-berita, secara lebih cepat dan dan dapat mencapai jarak yang jauh. Oleh karena itu istilah jurnalistik mulai mendapat tambahan baru, yakni jurnalistik radio(Radio Journalism, Broadcasting Jurnalism.
Selanjutnya, ditemukannya
 film juga mempunyai implikasi pada masalah berita film yang tidak hanya memuat gambar akan tetapi juga sekaligus juga suara. Pada sekitar tahun tiga puluhan sampai lima puluhan, berita Film(Movie News) sangat terkenal. Sehingga ketika Televisi ditemukan, maka jurnalistik Radio sebagai istilah tidak lagi mencukupi, sehingga orang menggunakan istilah baru untuk kedua jenis jurnalistik, dengan menyebutnya Jurnalistik Elektrika(Elektronik Jurnalism). Sedangkan untuk media yang mencakup radio dan televise.

Sekarang dengan ditemukannya berbagai macam penemuan baru dibidang penyampaian pesan dan berita, dipergunakan istilah “Komunikasi”, yang lebih luas disebutkan mencakup segala aspek dan proses penyampaian pesan. Media sebagai saluran pesan yang dapat menyampaikan jumlah massa yang besar dan heterogen  semakin Lazim dikenal dengan istilah “Media massa”.

Dengan penjelasan tersebut maka perkembangan Jurnalistik dan Komunikasi dalam kaitannya dengan dunia modern, yaitu kegiatan untuk menyampaikan pesan/berita kepada khalayak ramai(massa), melalui saluran media cetak, Radio, Televisi hingga media Online(Internet).

Komunikasi massa dalam abad modern sudah merupakan Industri raksasa, baik dibidang penerbitan, siaran Radio, Televisi, Online(Daring), maupun perusahaan-perusahaan lain yang menunjang kegiatan komunikasi massa, misalnya perusahaan iklan, pusat-pusat produksi siaran, sampai pula kepada perusahaan-perusahaan  yang menjual jasa penelitian. Untuk perlu memahami “jurnalistik modern”  perlu dikenali cirri-ciri  yang terdapat pada Komunikasi massa yakni:

1. Umumnya Komunikasi massa bersifat komunikasi searah.
2. Menyajikan rangkaian dan aneka pilihan yang luas, baik ditinjau dari khalayak yang 
    Akan dicapai maupun dari segi pilihan isi oleh khalayak media massa.
3. Sifat dari media massa dapat menjangkau sejumlah besar khalayak yang tersebar                                           
    karena jumlah media lebih sedikit daripada khalayaknya.
4. Sifatnya untuk menarik perhatian khalayak yang luas dan besar, maka ia harus dapat
    dapat mencapai tingkat intelek rata-rata (umum). Seorang Redaktur bahwa untuk
    berhasil , ia harus mampu mencapai orang yang membaca sambil bibirnya bergerak.
5. Organisasi yang menyelenggarakan komunikasi massa merupakan lembaga
    masyarakat, yang harus peka terhadap lingkungannya.

0 komentar:

Post a Comment