Asal mula surat kabar yang disebut ‘acta diurna’ yang
terbit di zaman Romawi: dimana berita-berita dan pengumuman ditempelkan atau dipasang
Apa yang anda ketahui tentang seorang Wartawan?, atau bahasa moderennya
Jurnalis atau juga Reporter?, pasti terbayang seseorang yang super sibuk,
ambisius yang membawa bermacam-macam pernak pernik peralatannya, baik berupa pulpen,
buku catatan, tape record, handphone dan camera Digitalnya untuk mencari sebuah
informasi berita.
Saya sebagai seorang wartawan akan berbagi pengalaman
dalam keseharian saya namun saya akan lebih dahulu memberikan atau memberanikan
diri untuk menjelaskan secara detail satu persatu pengertian Jurnalistik dan
perkembangannya sebagai tuntunan praktek menuju kewartawan professional, sesuai
dengan pengalaman saya dan dari berbagai sumber media baik dari yang dipelajari
dari pelatihan-pelatihan dan ceramah-ceramah yang saya pelajari yang dapat
menuntun para wartawan untuk mendalami berbagai masalah dalam profesinya
sebagai Wartawan.
Dalam ide-ide tulisan yang saya tuangkan dan share a
tau
bagi ini adalah berdasarkan pengalaman saya dan ilmu yang saya pelajari. Tentu
ada kekurangannya disana sini dalam hal inilah saya mengharapkan adanya kritik
dan saran-saran pembaca sehingga dalam tulisan-tulisan saya yang akan datang
dapat diperbaiki dan semakin baik.
Baiklah berikut tata cara tuntunan yang bisa dipelajari
perlahan-lahan untuk diterapkan dan disesuaikan dalam profesinya nanti sebagai
seorang wartawan:
Pengertian
Wartawan dan Perkembangannya
Di abad modern seperti sekarang ini, kehidupan Masyarakat
sepertinya tidak lepas lagi dari wartawan dan Pers serta Media Sosial. Secara
spontan para ahli jurnalistik menyamakan Pers dan media Sosial yang saling
mempengaruhi seperti udara yang dibutuhkan manusia untuk sumber informasi dalam
mencari rezeki yang secara ekstrimnya Manusia modern tidak lagi dapat hidup
tanpa mendapatkan suguhan dari Media, yang memenuhi kebutuhan Masyarakat akan
Informasi.
Dalam topik ini saya tidak mengupas tuntas tentang Media
Sosial tapi saya terlebih dahulu cendrung menjelaskan terlebih dahulu apa yang
dimaksud dengan jurnalistik apa yang pernah saya pelajari.
Dalam kamus, jurnalistik dijelaskan sebagai kegiatan
untuk menyiapkan, menyunting, dan menulius untuk Surat kabar, majalah, atau
naskah lainnya.
Secara umum orang-orang menyamakan Jurnalistik dengan
Pers dan terkadang lebih mudah dengan menyamakan Jurnalistik sebagai surat
kabar atau majalah. Hal ini terbentuk secara umum disebabkan media massa yang
paling tua dan yang paling pertama ditemui adalah ‘Media tercetak’. Oleh karena
itu sangat lazim sekali orang-orang mencampur adukkan pengertian jurnalistik
dengan Pers.
Menurut informasi yang diketahui asal kata, jurnalistik
dapat ditelusur jauh, sampai kepada dipusat kota yang kala itu disebut Forum Romanum. Dikutip dari berbagai sumber ternyata Jurnalistik adalah
‘Journal’ atau ‘Du Jour’ yang berarti segala berita atau warta sehari itu
termuat dalam lembaran yang tercetak. Seiring dengan kemajuan zaman teknologi
percetakan Surat kabar dengan system Silinder(Rotasi), maka istilah ‘Pers’
muncul sehingga orang-orang lalu mensenadahkan istilah ‘Jurnalistik’ dengan
‘Pers’.
Sekarang timbul lagi istilah baru yang sudah umum
dipergunakan yakni ‘Komunikasi’ dan Online, sehingga di zaman teknologi
Komunikasi yang semakin canggih ini menjadikan jenis-jenis wartawan semakin
terbagi-bagi yakni wartawan Media Cetak, Elektronik hingga wartawan Media
Online plus sejumlah Media Sosial Online.
Sudah dikemukakan bahwa media massa yang paling pertama
ditemukan adalah “Media Tercetak” entah ia Surat Kabar atau Majalah. Kemudian
dalam awal abad kedua puluh ditemukan Media massa baru, yang dapat lebih cepat
menyampaikan pesan, yakni Radio. Radio pada pada awal pertumbuhannya hanya
digunakan segagai sarana-sarana hiburan dan promosi, kemudian ternyata dapat
dikembangkan untuk menyampaikan berita-berita, secara lebih cepat dan dan dapat
mencapai jarak yang jauh. Oleh karena itu istilah jurnalistik mulai mendapat
tambahan baru, yakni jurnalistik radio(Radio Journalism, Broadcasting
Jurnalism.
Selanjutnya, ditemukannya
film juga mempunyai implikasi
pada masalah berita film yang tidak hanya memuat gambar akan tetapi juga
sekaligus juga suara. Pada sekitar tahun tiga puluhan sampai lima puluhan,
berita Film(Movie News) sangat terkenal. Sehingga ketika Televisi ditemukan,
maka jurnalistik Radio sebagai istilah tidak lagi mencukupi, sehingga orang
menggunakan istilah baru untuk kedua jenis jurnalistik, dengan menyebutnya Jurnalistik Elektrika(Elektronik Jurnalism).
Sedangkan untuk media yang mencakup radio dan televise.
Sekarang dengan ditemukannya berbagai macam penemuan baru
dibidang penyampaian pesan dan berita, dipergunakan istilah “Komunikasi”, yang
lebih luas disebutkan mencakup segala aspek dan proses penyampaian pesan. Media
sebagai saluran pesan yang dapat menyampaikan jumlah massa yang besar dan
heterogen semakin Lazim dikenal dengan
istilah “Media massa”.
Dengan penjelasan tersebut maka perkembangan Jurnalistik
dan Komunikasi dalam kaitannya dengan dunia modern, yaitu kegiatan untuk
menyampaikan pesan/berita kepada khalayak ramai(massa), melalui saluran media
cetak, Radio, Televisi hingga media Online(Internet).
Komunikasi massa dalam abad modern sudah merupakan
Industri raksasa, baik dibidang penerbitan, siaran Radio, Televisi,
Online(Daring), maupun perusahaan-perusahaan lain yang menunjang kegiatan
komunikasi massa, misalnya perusahaan iklan, pusat-pusat produksi siaran,
sampai pula kepada perusahaan-perusahaan
yang menjual jasa penelitian. Untuk perlu memahami “jurnalistik
modern” perlu dikenali cirri-ciri yang terdapat pada Komunikasi massa yakni:
1. Umumnya Komunikasi massa bersifat komunikasi searah.
2. Menyajikan rangkaian dan aneka pilihan yang luas, baik
ditinjau dari khalayak yang
Akan dicapai
maupun dari segi pilihan isi oleh khalayak media massa.
3. Sifat dari media massa dapat menjangkau sejumlah besar
khalayak yang tersebar
karena jumlah
media lebih sedikit daripada khalayaknya.
4. Sifatnya untuk menarik perhatian khalayak yang luas
dan besar, maka ia harus dapat
dapat mencapai
tingkat intelek rata-rata (umum). Seorang Redaktur bahwa untuk
berhasil , ia
harus mampu mencapai orang yang membaca sambil bibirnya bergerak.
5. Organisasi yang menyelenggarakan komunikasi massa
merupakan lembaga
masyarakat,
yang harus peka terhadap lingkungannya.






0 komentar:
Post a Comment